MASYARAKAT DAN KONSUMSI
MEDIA
MAKALAH
Guna
Memenuhi Tugas Mata Kuliah: Komunikasi Massa
Dosen
Pengampu: Ibu Siti Sholihati, Hj., Dra., M. A.
Disusun
oleh:
LAILATURROFIQOH
(101211062)
FAKULTAS
DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI WALISONGO
SEMARANG
2011
MASYARAKAT DAN KONSUMSI MEDIA
I.
PENDAHULUAN
Komunikasi massa adalah proses dimana
organisasi media
membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik). Organisasi -
organisasi media ini akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan
mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka
hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media
menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat. Dalam
komunikasi masa, media masa menjadi otoritas tunggal yang menyeleksi,
memproduksi pesan, dan menyampaikannya pada khalayak.[1]
Dengan
adanya komunikasi massa menimbulkan budaya baru yang tumbuh dalam masyarakat,
yaitu konsumsi media yang menjadi trend atau konstruksi social. Masyarakat
menjadikan media massa sebagai bagian hidup yang tidak mungkin untuk
dihilangkan lagi dari kehidupannya. Bahkan, tidak jarang banyak yang meggunakan
media massa sebagai aktivitas kesehariannya. Sebagai seorang yang bekerja di
perusahaan media, tentu jelas mereka menghabiskan waktu dan kegiatannya di
tempat tersebut, sedangkan sebagai masyarakat penikmat acara media tidak jarang
menghabiskan waktunya berjam-jam dengan tayangan kesukaan mereka.
II.
RUMUSAN MASALAH
A. Pengaruh
media terhadap masyarakat?
B. Teori
media dan masyarakat?
C. Konsumsi
media dalam masyarakat?
D. Fenomena
konsumsi media massa dalam masyarakat?
III.
PEMBAHASAN
A. Pengaruh
Media Terhadap Masyarakat
Media massa sebagai sebuah fenomena yang tidak bisa dihindarkan lagi dari
kehidupan masyarakat menjadi salah satu trend seter yang mampu membawa
dampak. Dampak buruk media massa adalah
kekuatan media dalam mengubah dan membentuk gaya hidup seseorang. Sejumlah
peneliti mengungkapkan, menonton telivisi secara berlebihan di kalangan
anak-anak bisa menyebabkan cara hidup yang pasif dan malas bergerak pada
anak-anak. Hal ini mengakibatkan munculnya gejala semacam kegemukan, kebisaaan makan
yang salah, naiknya kolesterol, penyakit pencernaan, dan gangguan psikologis.
Meski demikian, media massa juga bisa berperan positif bagi masyarakat.
Karena itu, masalah kesehatan sosial masyarakat harus kita kaji dari beragam
sisi. Dari sisi moral, masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang menjunjung
tinggi nilai-nilai moral, semacam cinta sesama manusia, menghormati hak-hak
orang lain, menyebarnya tradisi saling memaafkan dan mengasihi. Terkait hal
ini, media massa bisa berperan positif dalam menyebarkan dan membumikan
nilai-nilai moral. Penayangan acara yang mendidik namun menghibur merupakan
salah satu cara efektif bagi media untuk membangun masyarakat yang sehat. [2]
Media massa juga bisa berperan sebagai sumber rujukan di bidang
pendidikan dan penyebaran informasi yang cepat. Dalam hal ini, media dapat
meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat. Sekarang ini, media memiliki andil
yang penting dalam mengajak masyarakat untuk memerangi kekerasan, dan tindak
kriminalitas. Media sebagai kekuatan strategis dalam menyebarkan informasi
merupakan salah satu otoritas sosial yang berpengaruh dalam membentuk sikap dan
norma sosial suatu masyarakat. Media massa bisa menyuguhkan teladan budaya yang
bijak untuk mengubah prilaku masyarakat.
B. Teori
Media dan Masyarakat
Institusi media menyelenggarakan produksi, reproduksi dan distribusi
pengetahuan dalam pengertian serangkaian simbol yang mengandung acuan bermakna
tentang pengalaman dalam kehidupan sosial. Media massa memiliki peran mediasi (penengah/penghubung)
antara realitas sosial yang objektif dengan pengalaman pribadi. Media massa
berperan sebagai penengah dan penghubung dalam pengertian bahwa: media massa
seringkali berada diantara kita; media massa dapat saja berada diantara kita
dengan institusi lainnya yang ada kaitannya dengan kegiatan kita; media massa
dapat menyediakan saluran penghubung bagi pelbagai institusi yang berbeda;
media juga menyalurkan pihak lain untuk menghubungi kita, dan menyalurkan kita
untuk menghubungi pihak lain; media massa seringkali menyediakan bahan bagi
kita untuk membentuk persepsi kita terhadap kelompok dan organisasi lain, serta
peristiwa tertentu. Melalui pengalaman langsung kita hanya mampu memperoleh
sedikit pengetahuan.
Media juga menerima sejumlah tanggung jawab untuk ikut aktif melibatkan
diri dalam interaksi sosial dan kadang kala menunjukkan arah atau memimpin,
serta berperan serta dalam menciptkan hubungan dan integrasi. Konsep media
sebagai penyaring telah diakui masyarakat, karena media seringkali melakukan
seleksi dan penafsiran terhadap suatu masalah yang dianggap membingungkan.[3]
A. Konsumsi
Media dalam Masyarakat
Sebagaimana diketahui, pemilihan dan penerimaan suatu pesan dipengaruhi
oleh lingkup referensi dan pengalaman, sehingga akan sangat menentukan pilihan
dari tayangan atau berita yang diambil suatu masyarakat terhadap informasi
media massa.[4]
Hubungan antara media dan konsumsinya masyarakat tergantung pada situasi
ruang dan waktu. Konteks sosial yang dikarakterisasi oleh kesejahteraan ekonomi
dan kekuasaan politik yang berbeda antara kelas sosial ekonomi yang satu dengan
yang lain, mempengaruhi hubungi media dengan masyarakat. Ada dua pendekatan
untuk melihat keterkaitan antara media dengan masyarakat.
1. Pendekatan
Media Centric (Media Sentris).
Pendekatan ini memfokuskan pada otonomi dan pengaruh komunikasi serta
aktivitas yang dilakukan oleh media. Media massa dianggap sebagai penyebab
utama dari perubahan sosial, dan media sendiri sangat dikendalikan oleh
perkembangan teknologi komunikasi.
2. Pendekatan
Society (Social) Centric (Masyarakat Sentris)
Pendekatan ini melihat media sebagai refleksi kekuatan ekonomi dan
politik yang berlaku dalam masyarakat.[5]
Berrigan (1979), mendefinisikan media rakyat sebagai:
1. Media
yang bertumpu pada landasan yang lebih luas dari kebutuhan semua khalayaknya.
2. Adaptasi
media untuk digunakan oleh masyarakat yang bersangkutan, apapun tujuan yang
ditetapkan oleh masyarakat.
3. Media
yang memberi kesempatan kepada warga masyarakat untuk memperoleh informasi,
pendidikan, bila mereka menginginkan kesempatan itu.
4. Media
yang menampung partisipasi masyarakat sebagai perencanaan, produksi d
pelaksana.
5. Sarana
bagi masyarakat untuk mengemukakan sesuatu, bahkan untuk menyatakan sesuatu
untuk masyarakat.[6]
Berdasarkan pengertian diatas media akan mampu untuk memberikan
penyegaran bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan informasinya. Berdasarkan
sebuah kegiatan KMD (Koran Masuk Desa), menunjukan suatu realitas masyarakat
dalam mengkonsumsi media. Isi pemberitaan yang terdapat Dalam media tersebut
isi diprioritaskan kepada tokoh-tokoh desa karena dianggap oleh masyarakat
sebagai pemuka desa yang berpengaruh. Demikian adalah table yang menunjukkan
presentasi informasi yang menarik perhatian dari 570 sample jawaban:
No.
|
Jenis berita
|
Jumlah Penikmat
|
Prosentase
|
||
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
|
Berita Daerah
Berita Ekonomi
Berita Ilmu Pengetahuan
Keterangan Pemerintah
Seni Budaya
Cerita Pendek
Ulasan dan Tanggapan
Berita Nasional & Luar Negri
|
128
89
70
66
65
62
41
49
|
20,09
13,97
10,99
10,36
10,20
9,73
6,59
7,69
|
%
%
%
%
%
%
%
%
|
|
Sumber:
Raka Wiratna, 1980 (setiap responden boleh memilih lebih dari satu jawaban).[7]
Media massa memberikan banyak pilihan kepada masyarakat untuk menentukan
informasi apa yang akan mereka nikmati. Tidak hanya realitas pada media cetak
namun pada media elektronik tidak akan jauh berbeda.
Dalam sosiologi komunikasi terdapat konseptualisasi sosiologis dan
analisis sosiologis mengenai khalayak yang mampu melahirkan teori-teori baru.
Bahwasanya masyarakat selalu memiliki kecenderungan untuk mencari informasi
baru yang terkadang berbeda penyajiannya antara media yang satu dengan media
yang lain. Hal ini berpengaruh terhadap struktur social maupun konsep social
yang ada dalam masyarakat.[8]
IV.
SIMPULAN
Media
massa merupakan institusi untuk memproduksi informasi sesuai dengan kebijakan
perusahaan yang memiliki keberagaman isi sesuai dengan konsumen yang mereka
tuju. Masyarakat memiliki hak untuk memilih dan menentukan berita apa dan
melalui media apa mereka akan memenuhi kebutuhan informasinya. Sehingga
fenomena konsumsi media terbentuk oleh factor-faktor yang saling mempengaruhi
yaitu media massa itu sendiri dan masyarakat yang akan memilih. Terkadang media
massa membentuk konstruksi baru dalam masyarakat namun tidak jarang fenomena
masyarakat menjadi pemberitaan yang diburu oleh banyak institusi media massa.
DAFTAR PUSTAKA
Wright, Charles R. 1985. Sosiologi Komunikasi Massa. Bandung:
Remadja Karya.
Nurudin. 2005. System Komunikasi Indonesia. Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada.
Susanto, Dr. Phil Astrid S. 1976. Filsafat Komunikasi. Bandung:
Bina Cipta.
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_massa
[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_massa
[2] http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=1330:pengaruh-media-massa-terhadap-masyarakat&catid=63:sosial&Itemid=69
[3] http://oliviadwiayu.wordpress.com/2006/12/08/teori-media-dan-teori-masyarakat-media/
[4]
Dr. Phil Astrid S. Susanto, Filsafat Komunikasi, (Bandung: Bina Cipta,
1976), hlm. 151
[5] http://sosiologikomunikasi.blogspot.com/2005/02/media-massa-dan-masyarakat.html
[6] Nurudin,
System Komunikasi Indonesia, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,
2005), hlm. 102-103
[7] Ibid,
hlm. 109
[8]
Charles R. Wright, Sosiologi Komunikasi Massa, (Bandung: Remadja Karya,
1985), hlm. 135.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar